MENINGITIS TUBERCULOSIS
Manifestasi Klinik
Penyakit subacut, dg fase prodromal yi demam, malaise, nyeri
kepala, dizziness, vomitus beberapa minggu kemudian berlanjut menjadi sakit
kepala yang berat, perubahan status mental, stroke, hidrocephalus, dan neuropati
cranial.
Gejala tersebut akibat proses fibrosis meningeal basilar dan
inflammasi vaskular.
Diagnosis
Didasari dg gejala klinis lbh dari 9 hari dan hasil cairan
cerebrospinalis.
Karakteristik cairan cerebrospinalis :
1.
Pleocytosis dg Limfosist predominan. Jumlah
white cell antara 100 sd 500 cel/ ยตl. Semakin awal penyakit
ditemukan, jumlah sel rendah dan
predominan sel netrofil
2.
Kadar Protein meningkat antara 100 sd 500 mg/dL
3.
Kadar glukosa yang rendah kurang dari 45 mg/dL
atau LCS : Plasma ratio <0.5
Pewarnaan BTA LCS sensitivitasnya rendah 20 – 40%
Pemeriksaan Adenosin Deaminase dg level > 10 U/L
mempunyai sensitiviti dan specifiti > 90%.
Polymerase Chain Reaction
TB sensitiviti 56% dan spesifiti 98%. PCR bila negatif belum menentukan
pasien tidak TB, dapat diberikan terapi empiric bila klinis mendukung.
Pemeriksaan neuroimaging Pemeriksaan MRI dan CT scan otak :
basal meningeal enhacement dan hidrocefalus. Area Hipodensiti disebabkan infark
cerebri, edema cerebral, dan lesi nodular.
Tatalaksana
Pengobatan RHEZS 2 bln dilanjutkan RH 7 – 10 bulan, Bilamana
Pyrazinamide tidak bisa diberikan seperti misal gangguan hati , pengobatan
menjadi 18 bulan.

INH mempunyai aksi pnetrasi LCS dan baktericidal tinggi,
Pyrazinamide pnetrasi LCS sangat tinggi dan dapat mengurangi lamanya pengobatan
meningitis TB.
Fluroquinolon misalnya levofloxacin dan Moxifloxacin
mempunyai aktivitas yang kuat terhadap MTB dan pnetrasi LCS
Meningitis TB berat Deaxametasone IV diberikan 4 minggu.
Minggu pertama 0.4 mg/kg/hari, 0,3 mg/kg/hari dan 0,1 mg/kg/hari.

RSS Feed
Twitter
3:49 PM
lusi
0 comments:
Post a Comment